Buyung : Yang Benar Harus Berani Bersuara
Sabtu, 29 Mei 2010 [ 09:03 ]

Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti sudah mengenal Prof. DR. Adnan Buyung Nasution, SH. Seorang pengacara senior yang sekarang juga sedang menjabat sebagai tim penasehat presiden. Beruntunglah Konas PABI III 2010 berhasil mendatangkan Buyung sebagai pembicara.
Buyung kecil memang dibesarkan dari keluarga yang demokratis. Ayahnya adalah seorang wartawan yang aktif menentang rezim pemerintahan saat itu. Hal tersebut banyak mempengaruhi pola pikir beliau.
Tidak banyak yang mengira bahwa suami dari Sabarian Sabaroedin Nasution ini dulu adalah siswa eksak semasa di sekolah menengah atas. Karena sering menjadi juara kelas, saat itu Buyung disarankan untuk menjadi dokter atau insinyur. Menurut orang tuanya, menjadi dokter atau insinyur mempunyai status sosial yang tinggi. Untuk memenuhi keinginan orang tuanya, Buyung pernah masuk jurusan Teknik Sipil dan Bangunan Institut Teknologi Bandung. Enam bulan di ITB, dia merasa bahwa itu bukan bidangnya dan memutuskan untuk pindah ke Fakultas Hukum Universitas Indonesia secara diam-diam.
Ketika dimintai pendapat tentang pengacara saat ini, pria yang pernah menjadi anggota dewan pertimbangan presiden tersebut mengaku prihatin, kecewa, dan malu. Kebutuhan ekonomi telah menjadikan sebagian ahli hukum sebagai orang yang berorientasi pada keuntungan. Ini tentu tidak menguntungkan bagi kebenaran karena yang banyak terjadi kebenaran sudah bisa dibeli dengan uang.
Dokter dalam pandangannya hampir sama dengan pengacara. Sama-sama profesi paling tua, dan menuntut kejujuran. Dokter saat ini pun terancam dengan krisis moral. Kecenderungan sebagian masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri adalah hal yang menyedihkan. Dokter di Indonesia haruslah mampu introspeksi untuk memperbaiki layanan kepada pasien.
Di akhir wawancara Adnan yang biasa dikenal dengan sebutan Bang Buyung ini menyampaikan pesan bahwa kita generasi muda harus menjadi pribadi yang jujur, rendah hati, dan menjunjung tinggi kemanusiaan. Beliau sangat prihatin dengan sikap para generasi muda yang sudah mulai luntur dan banyak yang jauh menyimpang dari awal tujuan luhur para Founding Father yang menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia. (mqa/win)